Saturday, July 25, 2009

KITA HIDUP UNTUK MATI DAN MATI UNTUK HIDUP"




Alhamdulillah dengan limpah serta kurniaan Maha Kuasa yang tidak bertepian semoga menjadikan diri yang kerdil ini lebih bersyukur dan menjauhkan kekufuran nikmat yang membawa diri jauh dari Nya. Selawat serta salam buat kekasih Allah Muhammad yang sentiasa ku dambakan syafaatnya. Tersedar yang diri ini masih berpeluang untuk menikmati kehidupan yang cuma sementara ini.

Semalam dan semalam yang pergi banyak mengajar erti hidup. Kekesalan dengan apa yang berlaku sebenarnya bukanlah suatu kesilapan, cuma kekesalan itu perlu dilengkapkan dengan menilai kembali apa yang telah berlaku dan setepatnya muhasabah diri dengan apa yang telah berlaku.




Kita pasti akan pergi meninggalkan dunia yang fana ini dan menghadap Pencipta yang Maha Esa.

Dikejutkan dengan pemergian Akh Nabil Marwan, antara senior sekolah menengah yang amat dikagumi. Allahyarham yang khabarnya tiba-tiba jatuh sakit dan pergi buat selamanya. Sedih...Namun kesedihan itu perlu disertakan dengan keinsafan.

"Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (Ali Imran:145)


"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (Ali Imran:185)

"Ketika aku bertemu kehidupan (duniawi) ku temui bahawa akhir kehidupan adalah kematian, namun ketika aku bertemu kematian, aku temui kehidupan abadi. Oleh itu, kita harus prihatin dengan kehidupan duniawi dan bergembira dengan kematian. KITA HIDUP UNTUK MATI DAN MATI UNTUK HIDUP"